Kementerian Kependudukan &

Pembangunan Keluarga/BKKBN

Provinsi Sulawesi Tengah

2 anak lebih sehat

INformaSi digiTAL (INSTAL) seputar Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana)

di Provinsi Sulawesi Tengah

Geografi & Demografi Sulawesi Tengah

 

Informasi geografi & demografi provinsi sulawesi tengah

Program

 

Informasi Program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah

Inovasi Program

 

Upaya lebih membumikan program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah

Buletin Stunting Sulteng

Kabar Berita

78 Peserta Lulus! Pelatihan Teknis Elsimil & SIRIKA Angkatan 2–3 Resmi Ditutup

Pelatihan Teknis Pencatatan dan Pelaporan Program Banggakencana Angkatan 2 dan 3 Tahun 2025 resmi ditutup. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak 17–20 November 2025 melalui Zoom Meeting, berjalan dengan lancar dan diikuti dengan antusias oleh para peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. 20/11/2025

Peserta Angkatan 2 berasal dari Kabupaten Buol, Tojo Una-Una, dan Poso, sementara Angkatan 3 terdiri dari peserta dari Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, dan Toli-Toli. Sebanyak 78 peserta dinyatakan lulus dan dianggap siap mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam tugas-tugas mereka di lapangan.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam memberikan edukasi kesiapan nikah, melakukan deteksi dini risiko stunting sejak pra-nikah, serta memperkuat ketahanan keluarga melalui pemanfaatan data digital Elsimil dan SIRIKA. Penguatan kompetensi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Program Banggakencana secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Dalam sambutan penutupan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh dr. Rosalia S. Palinggi, M.K.M, menyampaikan harapan agar seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh demi mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan sejahtera.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan ini, terutama dalam mendukung pencegahan stunting dan penguatan ketahanan keluarga. Dengan sinergi yang baik antara seluruh pihak, kita dapat mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan sejahtera.”

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara peserta, fasilitator, dan panitia merupakan kunci keberhasilan program ini serta langkah penting dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa.