Kementerian Kependudukan &

Pembangunan Keluarga/BKKBN

Provinsi Sulawesi Tengah

2 anak lebih sehat

Geografi & Demografi Sulawesi Tengah

 

Informasi geografi & demografi provinsi sulawesi tengah

Program

 

Informasi Program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah

Inovasi Program

 

Upaya lebih membumikan program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah

Kabar Berita

Sudah Ber-KB, Masih Bisa Hamil?


Donggala — “Kalau sudah ber-KB, kenapa masih bisa hamil?” Pertanyaan itu terlontar dalam Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB) di Pelabuhan Wani, Kabupaten Donggala, Senin (28/9/2026). Bukan hanya soal kehamilan, peserta juga membawa pertanyaan yang sangat dekat dengan keseharian: benarkah pil KB membuat gemuk, bagaimana vasektomi bekerja, hingga ke mana sperma setelah vasektomi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh dr. David Pakaya, M.Biomed., AHK(K), dari Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Sulawesi Tengah, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah melalui Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR).

Di bawah teriknya matahari dengan tenda sebagai pelindung, ibu dan bapak peserta mengikuti pemaparan tentang kesehatan reproduksi dan KB. Dr. David menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berarti terbebas dari penyakit, tetapi mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem serta fungsi reproduksi.

Memasuki sesi diskusi, pertanyaan tentang efektivitas kontrasepsi menjadi salah satu perhatian peserta. dr. David menjelaskan bahwa tidak ada metode kontrasepsi yang memberikan perlindungan mutlak terhadap kehamilan. Setiap metode memiliki tingkat efektivitas yang berbeda dan keberhasilannya juga dipengaruhi oleh cara serta konsistensi penggunaannya. Karena itu, penggunaan KB perlu disertai pemahaman yang benar mengenai metode yang dipilih.

Seorang ibu kemudian berbagi pengalaman setelah menggunakan pil KB. Ia merasa berat badannya lebih mudah bertambah dan muncul flek hitam pada wajah. Keluhan tersebut mendapat penjelasan bahwa perubahan yang dialami pengguna kontrasepsi tidak selalu berarti disebabkan oleh kontrasepsi itu sendiri. Respons terhadap metode KB dapat berbeda pada setiap orang sehingga keluhan yang menetap perlu dikonsultasikan untuk mengetahui penyebab dan pilihan metode yang sesuai.

Vasektomi juga menjadi topik yang menarik perhatian peserta. Narasumber menjelaskan bahwa setelah vasektomi berhasil, seorang pria tetap dapat mengalami ejakulasi karena cairan semen tetap diproduksi, tetapi sperma tidak lagi masuk ke dalam semen dalam jumlah yang dapat menyebabkan kehamilan. Sperma yang tidak dikeluarkan akan diuraikan dan diserap kembali oleh tubuh. Vasektomi juga tidak langsung efektif setelah tindakan sehingga kontrasepsi lain tetap diperlukan sampai pemeriksaan sperma memastikan keberhasilannya.

Diskusi kemudian berlanjut pada vasektomi, senggama terputus, masa subur, hingga kesehatan perempuan menjelang menopause. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pertanyaan sederhana yang muncul dalam kehidupan sehari-hari justru menjadi pintu masuk untuk meluruskan pemahaman tentang KB.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi tentang pilihan kontrasepsi, tetapi juga ruang untuk mengonfirmasi pengalaman dan kekhawatiran mereka secara langsung kepada tenaga medis. Sebab, dalam urusan KB, memahami cara kerja, efektivitas, manfaat, dan keterbatasan setiap metode merupakan bagian penting sebelum menentukan pilihan. - NN

Penulis: - Herdiana
Editor: Sakkirang
Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulteng
Tanggal Rilis: 46297
Waktu: Pk. Senin, 28 September 2026 WITA

PPID Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah
ppidkemendukbanggasulteng@gmail.com
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 37
Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Instagram: kemendukbangga.bkkbnsulteng
Facebook: BKKBNSulteng
Twitter/X: @kemendukbangga.bkkbnsulteng
TikTok: kemendukbanggasulteng
YouTube: kemendukbangga.bkkbnsulteng
www.sulteng.kemendukbangga.go.id

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).